Liga Champions merupakan sebuah ajang tertinggi di daratan benua Eropa. Dalam semusim saha mereka bisa menghadapi beberapa klub terbaik dari egara lain untuk meraih trofo. Maka dari itu tentunya banyak menghadirkan laga seru yang melibatkan juara liga dan juga tim langganan juara. Namun kali ini kami akan membahas kontroversial di Liga Champions.

Berikut kontroversial di Liga Champions

Chelsea tak dapat penalti

Ini-Kontroversial-Di-Liga-Champions-Tak-Terlupakan-1

Laga leg kedua semifinal Liga Champions antara Chelsea kontra Barcelona terjadi di Stamford Bridge. Kedua tim bermain imbang 0-0 di leg pertama di Camp Nou. The Blues pun dalam kondisi menguntungkan setelah Michael Essien embuat keadaan menjadi 1-0 di laga tersebut. Namun, wasit tampaknya kala itu berat sebelah dan tak memberikan sejumlah penalto kepada Chelsea.

Setidaknya ada empat momen yang membuat para pemain The Blues inginkan hadiah penalti. Dengan tiga di antaranya jelas terlihat sebagai hukuman penalti. Namun, wasit tak memberikan hadiah penalti kepada klub asal London Barat itu. Hingga akhirnya mereka pun harus tersingkir setelah kebobolan di menit akhir oleh Andres Iniesta. Si biru pun harus tersingkir kalah gol tandang.

Peluit tak terdengar

Ini-Kontroversial-Di-Liga-Champions-Tak-Terlupakan-2

Kontroversial di Liga Champions yang kedua adalah pada babak 16 besarĀ  pada musim 2010/11. Dimana kala itu mempertemukan Arsenal melawan Barcelona. Usai selesai leg kedua berjalan, Arsenal yang tersingkir merasa dicurangi. Pasalnya, mereka harus bermain dengan 10 orang sejak awal babak kedua.

Robin van Persie menerima kartu kuning keduanya setelah dianggap menghiraukan peluit wasit. Dirinya yang telah terjebak offside, terus menggiring bola dan mencetak gol ke gawang kiper kawakan, Victor Valdes. Padahal wasit Massino Busacca telah meniupkan peluitnya. Van Persie pun berdalih bahwa ia tak mendegar bunyi peluit karena terikaa dari 95 ribu penonton yang memadati Camp Nou.

Gelar Marseille

Ini-Kontroversial-Di-Liga-Champions-Tak-Terlupakan-3

Final Liga Champions 1992/93 kala itu mempertemukan Marseille kontra AC Milan. Dalam laga ini terjadi kontroversila di Liga Champions. Ya, ternyata kemenangan Marseille di pertandingan tersebut justru dinodai dengan kasu pengaturan pertandingan yang terjadi beberapa hari menjelang laga final. Beberapa hari sebelumnya, Presiden Marseille, Bernard Tapie mengontak sejumlah pemain Valencines yang menjadi lawan terakhir mereka di Ligue 1 pada musim itu.

Kala itu agar tak melakukan pelanggaran kasar kepada pemain agar dapat tampil dengan kekuatan penuh pada partai final Liga Champions. Marseille, pun dihukum turun satu kasta atau terdegradasi. Dimana mereka pun tidak dapay ikuti kompetisi Eropa di musim selanjutnya. Namun, gelar Liga Champions tetap mereka dapatkan. Demikian kontroversial di Liga Champions.

Sumber: Pialasport